Denpasar – Kementerian Kesehatan Indonesia dan GISAID Initiative, platform inisiatif data sains terkemuka di dunia, mengumumkan pendirian GISAID Academy di Kura Kura Bali, Rabu, 28 November 2023. Dengan pendirian institusi pendidikan permanen di Bali, GISAID mengkonsolidasikan program pendidikan dengan pengalamannya melatih ratusan profesional di bidang bioinformatika di seluruh dunia.

 

“Dengan pendirian GISAID Academy, Indonesia terus membangun ketahanan dan respons terhadap wabah dengan memanfaatkan ekosistem kesehatan yang sudah ada. Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah ada di Poltekkes Kemenkes Denpasar dan Universitas Udayana, GISAID Academy siap memberikan pelatihan vokasional secara menyeluruh dalam surveilans genomik patogen,” ujar Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin.

 

Menkes Budi mengatakan, pendirian GISAID Academy menegaskan kontribusi Kemenkes terhadap keamanan kesehatan global. Pendirian akademi ini juga menandai kolaborasi berkelanjutan Kemenkes dengan GISAID telah memasuki fase baru.

 

“Selain itu, GISAID Academy membuka jalan bagi keterlibatan multisektor yang lebih besar dan peluang pertumbuhan di bidang genomik, termasuk penerapannya yang lebih luas di bidang kedokteran presisi.”

 

Presiden GISAID Peter Bogner menjelaskan,   GISAID Academy memperkenalkan kurikulum yang dirancang secara cermat sepanjang tahun. Kurikulum memuat berbagai kursus mulai dari pelatihan vokasional pada teknik PCR dasar hingga Next Generation Sequencing untuk mempersiapkan pelatihan bioinformatika lanjutan.

 

“Hal ini menegaskan komitmen GISAID terhadap data genomik berkualitas tinggi yang memajukan langkah-langkah penyelamatan nyawa dan keputusan kebijakan berbasis bukti. Model pembelajaran dan kerja sama yang berkelanjutan menempatkan GISAID Academy sebagai sumber daya internasional yang penting, menekankan akses yang adil pada pengetahuan ilmiah yang dibangun atas dasar berbagi data secara transparan,” kata Presiden GISAID Peter Bogner.

 

GISAID Academy akan berlokasi di dalam Kampus United In Diversity (UID) di Kura Kura Bali. Terinspirasi oleh tradisi Bali Tri Hita Karana, kampus UID Bali menyajikan keharmonisan sosial, lingkungan, dan spiritual sekaligus menyediakan fasilitas pembelajaran berteknologi tinggi di lingkungan yang indah. []

POST TAGS:

Jakarta –  Kementerian Kesehatan menerapkan inovasi teknologi wolbachia untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Efektivitas teknologi wolbachia telah diteliti sejak 2011 oleh World Mosquito Program (WMP) dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Teknologi yang digunakan bukan kategori dari rekayasa genetika.

 

Wolbachia adalah bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk. Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel tubuh serangga dan tidak bisa mereplikasi diri tanpa bantuan serangga inangnya. Ini merupakan sifat alami dari bakteri wolbachia. Wolbachia sendiri telah ditemukan di dalam tubuh nyamuk aedes albopictus secara alami.

 

“Bakteri wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam” kata Peneliti Universitas Gadjah Mada, Adi Utarini, Kamis, 16 November 2023.

 

Di Indonesia sendiri, teknologi wolbachia yang digunakan, diimplementasikan dengan metode “penggantian”, dimana baik nyamuk jantan dan nyamuk betina wolbachia dilepaskan ke populasi alami. Tujuannya agar nyamuk betina kawin dengan nyamuk setempat dan menghasilkan anak-anak nyamuk yang mengandung wolbachia. Pada akhirnya, hampir seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki wolbachia.

 

Wolbachia berperan dalam memblok replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. Akibatnya nyamuk yang mengandung wolbachia, tidak mampu lagi untuk menularkan virus dengue ketika nyamuk tersebut menghisap darah orang yang terinfeksi virus dengue. Mengingat bahwa wolbachia terdapat dalam telur nyamuk, maka bakteri ini akan diturunkan dari satu generasi nyamuk ke generasi berikutnya. Akibatnya, dampak perlindungan wolbachia terhadap penularan dengue bersifat berkelanjutan (sustainable).

 

Pendekatan wolbachia telah terbukti mengurangi secara signifikan kejadian penyakit demam berdarah dan kebutuhan rawat inap bagi penderita penyakit tersebut. Penurunan ini tentu saja akan berdampak pada penghematan biaya yang signifikan dalam pengendalian dengue bagi negara yang menerapkannya.

Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad menambahkan, uji coba nyamuk ber wolbachia yang sebelumnya dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2022 terbukti efektif.

 

“Hasilnya, di lokasi yang telah disebar wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77%, disamping menurunkan kebutuhan rawat inap pasien dengue di rumah sakit sebesar 86%.” Kata Riris.

 

“Angka kejadian DBD di Indonesia masih tinggi dengan angka kematian yang tinggi terutama pada kelompok anak-anak, selain itu masih banyak daerah yang melaporkan kejadian luar biasa akibat DBD. Ini akan menyelamatkan anak anak kita ke depannya” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Imran Pambudi.

 

Di Singapura teknologi Wolbachia diterapkan dengan menggunakan metode suppression atau penurunan jumlah populasi nyamuk. Strategi ini diimplementasikan dengan melepaskan nyamuk jantan saja. Perkawinan nyamuk jantan dengan nyamuk betina di populasi alami akan menghasilkan telur yang tidak dapat menetas.

 

Sehingga populasi nyamuk akan berkurang. Akan tetapi nyamuk betina yang masih ada di populasi alami akan tetap mempunyai kemampuan untuk menularkan virus dengue. Disamping itu, metode supresi mensyaratkan pelepasan nyamuk jantan secara terus menerus, agar populasi nyamuk dapat selalu terkontrol. Hal ini memerlukan sumber daya yang sangat besar dengan dampak yang bersifat sementara. (kemenkes)

 

POST TAGS:

Jakarta- BPOM RI meraih penghargaan terbaik ketiga Germas Award tahun 2023 dari Presiden RI, Joko Widodo. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, kepada Plt. Kepala BPOM, Lucia Rizka Andalusia di Auditorium Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta (14/11/2023). Penyerahan penghargaan tersebut juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo.

Germas Award tahun 2023 ini juga diberikan kepada 5 kementerian dan lembaga antara lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan (terbaik pertama), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (terbaik kedua), Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (terbaik ketiga), Kementerian Perhubungan (terbaik keempat), dan Badan Keamanan Laut (terbaik kelima). Menko PMK mengatakan  Germas Award dari Presiden ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kementerian dan lembaga terbaik dalam melaksanakan pembudayaan gerakan hidup sehat. “Ini penghargaan dari Presiden sebagai bentuk apresiasi kepada Kementerian dan Lembaga yang melaksanakan Germas, ” kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Menurut Muhadjir tujuan dilaksanakan program Germas Award ini untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian kementerian dan lembaga. Program ini juga mengoptimalisasi keterlibatan sektor non-pemerintah dalam mengampanyekan dan mendorong kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.

“Aksi Germas ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Germas”, lanjutnya. “Kalau sehat, enggak usah ke rumah sakit, kalau enggak ke rumah sakit enggak perlu biaya pengobatan”, harapnya.

Sebagai bentuk komitmen, BPOM telah mencanangkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman atau sering disebut Germas SAPA sejak 23 November 2017. Gerakan ini merupakan salah satu program prioritas nasional yang dikoordinasikan oleh BPOM melalui beberapa program antara lain, program Desa Pangan Aman, Pasar Aman Bebas dari Bahan Berbahaya, serta Pangan Jajanan Anak Sekolah. Germas SAPA diharapkan menjadi “icon” kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kesadaran dan implementasi praktik-praktik keamanan pangan yang baik di masyarakat dan pelaku usaha. (HM-Benny.BOPOM)

POST TAGS:

Jakarta – BPOM menyerahkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Persetujuan Izin Edar Vaksin Valenina yang merupakan vaksin PCV. Persetujuan ini diserahkan kepada PT Etana Biotechnologies Indonesia di Jakarta pada 25 Oktober2023).

 

Vaksin Valenina sangat penting untuk memberantas penyakit pneumonia. “Vaksin ini untuk bayi dan anak usia 6 minggu hingga 5 tahun untuk mencegah penyakit infeksi pneumokokal yang disebabkan 13 serotipe Streptococcus pneumoniae” kata Kepala BPOM, Penny K.Lukito. Menurut Penny, BPOM berkomitmen mendampingi proses pengembangan hingga vaksin dapat diproduksi mandiri di dalam negeri pada tahun 2025. BPOM akan melakukan pengawasan mulai dari distribusi rantai dingin (cold chain distribution) pada suhu 2-8oC hingga farmakovigilans Vaksin Valenina.

 

Dalam mengembangkan vaksin ini, dibutuhkan sumber daya yang berkualitas. “Saya yakin sumber daya manusia di PT Etana Biotechnologies Indonesia sangat baik dan ini bisa membuat sesuatu yang besar untuk negeri ini”, kata Kepala BPOM.

 

Penny menyatakan, BPOM sejak 2017, BPOM telah memberikan asistensi regulatori untuk fasilitas produksi fill-finish produk rekombinan protein, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, dan visitasi ke lapangan. Pendampingan ini membuahkan hasil yang menggembirakan dengan terbitnya Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk fasilitas produksi PT Etana Biotechnologies Indonesia pada Desember 2019. “Vaksin PCV kelak nanti bisa jadi vaksin nasional diharapkan bisa mengurangi angka kematian anak yang disebabkan penyakit pneumonia di Indonesia, dan kami berharap Indonesia bisa menjadi negara yang dapat memproduksi vaksin ini”, kata Presiden Direktur PT Etana Biotechnologies Indonesia, Nathan Tirtana. Lebih lanjut beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan yang selalu dilakukan BPOM saat PT Etana Biotechnologies Indonesia mengembangkan vaksin ini.

 

Pengembangan vaksin dalam negeri perlu dibangun dari kolaborasi berbagai pihak. “Kami berkolaborasi dengan LPDP dalam pengembangan vaksin dan harapannya nanti mahasiswa LPDP bisa mengembangkan vaksin di fasilitas kami”, kata Presiden Direktur PT Etana Biotechnologies Indonesia. (BPOM)

POST TAGS: