Jakarta- Yodium adalah salah satu mikro nutrisi atau mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membantu hormon tiroid membentuk tiroid demi pertumbuhan sel saraf dan otak. Awas, kekurangan zat ini sejak dalam kandungan bisa menyebabkan anak lahir dengan IQ lebih rendah. Selain itu, tumbuh dan kembang anak bisa terganggu, yang bisa terlihat dari tinggi anak lebih rendah dari rekan-rekan seusianya.

“Kalau sudah ada gejala klinis, misalnya gondok atau pembesaran kelenjar tiroid, atau ada semacam benjolan. Pada orang dewasa kesulitan untuk hamil, gangguan siklus menstruasi, gangguan fungsi mental, dan masalah lain akibat kekurangan hormone tiroid karena asupan yodium kurang,” kata pakar gizi klinik dr. Diana F. Suganda.

Diana menekankan, setiap golongan usia memerlukan asupan yodium berbeda-beda. Usia 0-1 tahun membutuhkan sekitar 90 mikrogram sehari. Jumlah kebutuhan meningkat menjadi 120 mikrogram untuk anak usia hingga 12 tahun dan kelompok usia 12 tahun-dewasa memerlukan 150 mikrogram yodium.

Jumlah asupan yodium semakin tinggi, yakni 220 mikrogram khusus untuk ibu hamil dan 250 mikrogram khusus ibu menyusui. “Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yodium berbeda dan sebaiknya dipenuhi dari berbagai makanan sumber yang dikombinasikan karena sumber makanan mengandung yodium itu banyak, salah satunya makanan laut,” tutur Diana.

Selain garam, sumber yodium berasal dari laut misalnya ikan, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, rumput laut, kemudian telur, susu, dan produk susu lain seperti yogurt dan keju. “Gula maksimal empat sendok makan, garam satu sendok teh dan lemak, misalnya untuk menumis atau oseng-oseng, lima sendok makan,” kata Diana.

Diana mengingatkan para orang tua membiasakan diri menerapkan pola makan bergizi seimbang. Pada anak, Anda bisa memulainya sejak dia memasuki masa menyusui. Pada setiap tahapan anak belajar makan, komposisi gizi seimbang wajib diterapkan setiap hari (Antara/Tempo)

 

POST TAGS:

Jakarta-Indonesia mendukung konsep value in healthcare untuk kesehatan di tanah air. Konsep ini didiskusikan dalam pertemuan virtual roundtable discussion dengan tema   yang sama, ”Value in Healthcare” pada Selasa malam (19/1).

Pertemuan yang digelar  kerja sama Kementerian Kesehatan Saudi Arabia dengan World Economic Forum (WEF) ini, membahas  transformasi sistem kesehatan dengan fokus pada upaya pembangunan sistem kesehatan paska COVID-19 yang tangguh dan berkelanjutan serta bagaimana value-based healthcare dapat mempercepat perubahan tersebut.

Value-based healthcare merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang berfokus pada dampak kesehatan yang dicapai oleh individu atau pasien. Pendekatan ini mengedepankan upaya pencegahan dan pemanfaatan digitalisasi sehingga beban biaya kesehatan dapat dikurangi.

Menkes Budi menekankan pentingnya membangun sistem kesehatan yang menjamin keberlanjutan dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan kesehatan.  Karenanya, ujar Menkes, diperlukan pendekatan inovatif dan kolaboratif untuk terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan saat ini dan di masa mendatang.

Menurut  Menkes sistem kesehatan di Indonesia masih berfokus pada pengobatan dibanding pencegahan. Padahal, dengan mengedepankan tindakan promotif preventif dapat mencegah timbulnya penyakit kronis serta dapat mengurangi beban pembiayaan kesehatan.

”Dalam sistem kesehatan kita, justru lebih fokus menyembuhkan orang sakit daripada membentuk orang sehat, padahal kita harus perkuat preventifnya,” katanya.

Selain menyoroti seputar efisiensi penyelenggaraan pelayanan kesehatan, Menkes akan membangun kesehatan di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi serta menjalin kemitraan dengan sektor publik maupun privat.

”Saya sangat percaya bahwa pemanfaatan big dataArtificial Intelligence (AI) maupun Internet of Things (IoT) akan sangat mengubah sistem kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes. []

POST TAGS:

Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk pada 9 Januri 2021 melalui salah satu anak perusahaan Kalgen Innolab meluncurkan pemeriksaan genetik terbaru yaitu FitGENME yang terdiri dari 2 pemeriksaan yaitu FitGENME Diet dan FitGENME Sports. FitGENME Diet merupakan pemeriksaan genetik yang dapat menganalisa variasi DNA yang berkaitan pada metabolisme suatu nutrisi.

Sedangkan FitGENME Sports merupakan pemeriksaan genetik yang dapat menganalisa variasi DNA yang berkaitan pada metabolisme tubuh terhadap jenis olahraga tertentu. Peluncuran FitGENME ditandai dengan memberikan edukasi terkait pemeriksaan genetik melalui webinar bertema “Optimalkan Performa Olahraga dan Mengontorl Risiko Obesitas Melalui Genetik”dengan narasumber antara lain Henry Sukardi, Direktur Kalgen Innolab; Michel Mommejat, General Manager of Genesis Healthcare Asia; Emilia E. Achmadi, MS. RDN, Clinical Dietition & Sports Nutritionis.

Pemeriksaan FitGENME terdiri dari 2 pemeriksaan yaitu FitGENME Diet merupakan pemeriksaan genetik yang lebih spesifik dan fokus pada risiko obesitas dengan mengetahui profil genetik metabolisme tubuh pasien terhadap nutrisi-nutrisi seperti gula/karbohidrat, protein, serta lemak. Kemudian akan diberikan suatu rekomendasi pola makan, mikronutrisi (vitamin dan mineral) serta olahraga yang tepat sesuai kondisi profil genetik pasien.

Sedangkan FitGENME Sports merupakan pemeriksaan genetik yang lebih spesifik dan fokus pada tipe olahraga yang paling sesuai dengan tubuh pasien antara olahraga tipe endurance atau Power and Strength ataupun Balance. Kemudian akan diberikan suatu rekomendasi contoh macam olahraganya, serta pola training yang tepat sesuai kondisi profil genetik pasien.

Keunggulan FitGENME dibandingkan pemeriksaan genetik lainnya adalah dari segi pemilihan gen yang secara penelitian memberikan impact lebih kuat terhadap kesehatan tubuh kita. Pemeriksaan FitGENME cukup mudah dengan menggunakan air ludah (kandungan DNA dari dinding mukosa mulut) dan di tampung dalam kit lengkap dengan pengawetnya. Hasil tes akan tersedia secara online di website FitGENME  4-6 minggu setelah sampel diterima oleh Laboratorium. Seluruh hasil pemeriksaan genetik yang diterima selanjutnya akan dikonsultasikan dengan dokter gizi yang akan memberikan rekomendasi meal plan dan olahraga yang tepat bagi pasien untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat

Sebelumnya Kalbe telah memiliki pelayanan pemeriksaan genomik yaitu Nutrigenme dan Skingenme. Nutrigenme merupakan pemeriksaan genetik yang mengaitkan kebutuhan nutrisi dan olahraga yang tepat sehingga menunjang pola hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan Nutrigenme ini mengecek 75 gen dengan total 11 panel. Sedangkan Skingenme merupakan pemeriksaaan genetik yang dapat memprediksi kecenderungan resiko penuaan pada kulit berdasarkan gen, yang selanjutnya akan mendapatkan rekomendasi perawatan yang seusai dengan kondisi gen seseorang. Dengan hadirnya FitGENME semakin melengkapi layanan Kalbe Genetik dalam mensupport peningkatan kualitas hidup pasien. []

 

POST TAGS:

Jakarta – Kementerian Kesehatan RI bersama Pemerintah Inggris menggelar workshop pengembangan telemedicine di Indonesia secara daring, Senin (18/1). Tujuan workshop untuk meningkatkan keamanan siber dan perlindungan data pribadi pengguna layanan telemedicine di Indonesia, mengambil pengalaman terbaik yang dilakukan Inggris.

Workshop dihadiri berbagai pemangku kepentingan, diantaranya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), rumah sakit vertikal Kemenkes, puskesmas dan klinik, organisasi profesi, seperti Asosiasi Telemedik Indonesia (ATENSI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Perhimpunan Dokter Puskesmas Indonesia (PDPKMI), serta kalangan akademisi dari beberapa universitas terkemuka.

Dalam workshop tersebut, Inggris memberikan pandangan mengenai konteks strategis dan pedoman kemanan siber dan data personal secara menyeluruh, serta bagaimana membangun kapasitas telemedicine untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Perwakilan Cyber Capacity Unit (CCU) Inggris, Robert Pritchard, memaparkan praktik terbaik Inggris dalam perlindungan data di sektor kesehatan dan dilanjutkan dengan diskusi terkait testing and exercising dan intelligence sharing.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenkes, Andreano Erwin, dalam pidato sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan berharga dari Pemerintah Inggris Raya atas kerja sama kesehatan bilateral antara Indonesia dan Inggris, khususnya dalam pengembangan kesehatan digital di masa pandemi ini.

”Sudah saatnya kita menjalin kerja sama yang erat dalam penguatan dan pengembangan Program Kesehatan Digital mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar yang terdiri dari ribuan pulau, serta pandemi COVID-19 seperti yang saat ini sedang kita hadapi guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, Kementerian Kesehatan sedang mengembangkan telemedicine berbasis komunitas dengan mempertimbangkan pengalaman praktik di negara lain, terutama dari Inggris, khususnya untuk memperkuat keamanan siber dan perlindungan data kesehatan untuk layanan telemedicine di Indonesia,” kata Andreano.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, yang diwakili oleh Mrs Ginny Ferson, mengatakan selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan aktivitas pelayanan kesehatan melalui dunia maya, baik di Indonesia, Inggris, serta banyak negara lainnya.

Telemedicine adalah peluang besar untuk meningkatkan akses dan mengurangi biaya layanan kesehatan untuk semua kalangan. Secara global penggunaan telemedicine telah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Inggris dan di Indonesia. Kami sangat senang telah memiliki beberapa bentuk perjanjian dan proyek kerja sama yang sedang berjalan dengan Kementerian Kesehatan. Proyek  yang didanai oleh Pemerintah Inggris melalui Digital Access Programme ini bermitra dengan Cyber Capacity Unit Inggris menjadi  salah satu contoh dari pekerjaan penting yang dikerjakan di Indonesia dibawah MOU bidang Kesehatan kami,” ucap Ferson.

Pakar Keamanan dan Manajemen Risiko, CCU Inggris, Mr. Oliver Hoare, yang merupakan salah satu narasumber dalam workshop ini menekan pentingnya layanan telemedicine yang aman dan terpercaya bagi semua pengguna.

”CCU sangat senang dapat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam menyelenggarakan serangkaian workshop pertama melalui Program Akses Digital Inggris di Indonesia. Selama program ini, kami akan membahas berbagai topik tentang data dan keamanan dunia maya dari berbagi ancaman intelijen, hingga privasi warga negara dan pengujian serta latihan dunia maya,” ujar Hoare. []

POST TAGS:

Pemerintah seharusnya tak menunjuk Raffi Ahmad sebagai influencer untuk menyukseskan program vaksinasi covid-19. Masih banyak anak muda, figur lain yang lebih pantas. Mengandalkan Raffi Ahmad hanya dengan alasan memiliki banyak follower atau kepopuleran semata adalah sebuah kesalahan. Ada yang jauh lebih pantas dari Raffi, seperti artis Maudy Ayunda, Sherina Munaf atau Vidi Aldiono. Terkenal, cerdas, berprestasi, dan berpendidikan tinggi.

Harapan pemerintah ia menjadi contoh  sebuah program vaksinasi  yang menelan anggaran puluhan trliun rupiah mungkin tak tercapai.

Raffi kini menghadapi gugatan pengacara David Tobing karena tindakannya yang menciderai program vaksinasi. Ia menghadiri sebuah pesta usai divaksin pada 13 Januari lalu. Di media sosial foto-foto Raffi Ahmad berkerumun dengan teman-temannya tanpa masker terlihat jelas dan tersebar cepat. David menuntut Raffi tidak hanya meminta maaf melalui  televisi dan media cetak, juga meminta ia mundur sebagai influencer program vaksin.

Raffi telah minta maaf atas tindakannya melalui media sosial. Tapi tentu itu tak cukup karena yang dilakukannya sudah tersebar ke mana-mana dan diketahui publik. Publik mendapat contoh amat buruk dari figur yang diharapkan mendukung program pemerintah sekaligus mencegah penyebaran  virus corona. Harapan pemerintah ia menjadi contoh  sebuah program vaksinasi  yang menelan anggaran puluhan trliun rupiah mungkin tak tercapai. Ia dengan sukses telah mempertontonkan sebuah pelanggaran protokol kesehatan.

Kita tak tahu siapa yang memilih Raffi. Jika ukurannya prestasi kita tak tahu ia memiliki prestasi apa selain mungkin yang publik ingat, ia pernah digerebek polisi karena menggelar pesta di rumahnya dan dipesta itu polisi menemukan narkoba  -hal yang membuat ia ditahan BNN. Jika kita menengok layar TV,  maka yang kita lihat adalah acara-acaranya yang lebih banyak “haha hihi,” jauh dari nilai edukatif. Pemerintah -atau Presiden- mesti selektif menunjuk tim yang menjaring atau mencari orang-orang yang akan dipakai sebagai “influencer” semacam Raffi ini. Anggota tim  mestinya orang yang “peka” memiliki referensi luas dan mampu memperhitungkan apa yang terjadi atas figur yang dipilih.

Kasus Raffi yang kini berujung pada meja hijau akan segera menjadi perhatian  publik. Publik juga menunggu apakah aparat keamanan akan memeriksa semua yang terlibat pesta itu, memeriksa penyelenggaranya, dan apakah akhirnya menjatuhkan hukuman karena melanggar ketentuan yang ada atau tidak. Pengadilan Raffi akan memperlihatkan bagaimana hukum menilai perbuatan  yang dilakukan para kelas menengah -atau atas-  ini atas tindakan mereka di masa pandemi.[]