Tangerang – Masyarakat diminta untuk berhati-hati membeli produk pangan impor tanpa izin edar. Plt. Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan BPOM, Didik Joko Pursito menegaskan, pangan yang masuk dan beredar di wilayah Indonesia harus memiliki izin edar BPOM. Maraknya produk pangan yang masuk melalui jasa titipan (jastip) dengan jumlah fantastis telah menyalahi aturan.

 

Indonesia telah mengatur pemasukan pangan tujuan konsumsi pribadi sebesar maksimal 5 kg per penumpang sesuai Peraturan BPOM Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 28 Tahun 2023.  Apabila melebihi batas dan tidak disertai izin dari BPOM, maka atas kelebihannya akan dilakukan penindakan berupa penegahan sesuai ketentuan.

 

“Lebih dari itu harus mendapat izin edar. Jika tidak ada izin edar, maka akan ditindak sesuai ketentuan,” ujar  Didik dalam Pemusnahan Milk Bun di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Soekarno-Hatta pada Jumat, 8 Maret 2024.

 

Selama Februari 2024, Bea Cukai Soekarno-Hatta telah mencegah 2.564 pieces pangan olahan Milk Bun asal Thailand. Sebanyak 1 ton Milk Bun dengan total nilai keekonomian sekitar  Rp400 juta ini berasal dari 33 bawaan penumpang. Dari 33 penindakan, rata-rata penumpang membawa puluhan sampai ratusan pieces Milk Bun dengan berbagai varian.

 

“Jumlah tersebut sudah tidak wajar bila dianggap untuk konsumsi pribadi, melainkan diduga dibawa untuk tujuan komersil atau jastip, dan tidak memiliki izin edar BPOM sebagai syarat untuk membawa barang tersebut,” jelas Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo.

 

Ribuan pieces Milk Bun hasil penindakan dimusnahkan dengan cara dibakar dalam tungku pembakaran (insinerator), setelah sebelumnya dilakukan penandatangan berita acara pemusnahan. Selain Plt. Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, Kepala Balai Besar POM di Serang turut hadir menyaksikan pemusnahan tersebut.

 

Penindakan yang dilakukan tim Bea Cukai ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk ilegal yang tidak terjamin keamanan, manfaat, dan mutunya. Selain itu, penindakan ini diharapkan dapat mendukung daya saing industri makanan dalam negeri yang sudah memenuhi ketentuan, sehingga tidak tergerus oleh produk-produk impor sejenis. (bpom)

 

POST TAGS:

Surabaya – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara peresmian At Ta’awun Tower dan ground breaking Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/3/2024).

 

Dalam sambutannya, Menkes mengatakan Universitas Muhammadiyah Surabaya memiliki potensi dan peran yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Universitas yang dimiliki oleh Muhammadiyah mengelola 171 program studi, 13 fakultas kedokteran (FK), dan 125 rumah sakit. Hal ini sangat membantu Kementerian Kesehatan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan, terutama pemenuhan jumlah dokter dan dokter spesialis.

 

“Cuma FK-nya baru 13. Jadi, kalau bisa ditambah. Saya sangat mendukung Muhammadiyah dan Aisyah untuk menambah FK,” kata  Budi.

 

Menurut Menkes  sesuai standar WHO, rasio dokter dan pasien adalah 1 dokter untuk 1.000 pasien, sedangkan Indonesia hanya memiliki 150 ribu-an dokter. Jumlah itu masih sangat kurang, khususnya untuk dokter spesialis.

 

Menkes berpesan kepada seluruh dokter dan rektor universitas milik Muhammadiyah bahwa ilmu kedokteran di luar negeri bukan sekadar ilmu kedokteran, melainkan sekolah medis (medical school). Universitas Muhammadiyah dengan FK baru harus mengembangkan diri agar menjadi FK masa depan yang tidak hanya mencakup ilmu kedokteran, tetapi juga artificial intelligence, biomolekuler, biokimia, dan bioinformatika.

 

Dengan demikian, FK Muhammadiyah menawarkan paket lengkap dan menjadi pembeda dengan FK kampus lainnya. Hal ini bertujuan agar FK Muhammadiyah dapat menjadi pemimpin dunia dalam membangun pengetahuan mengenai kesehatan manusia di masa depan.

Menkes menutup sambutannya dengan menitipkan pesan untuk menjadikan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah sebagai FK masa depan yang menggabungkan transdisiplin dari ilmu-ilmu kesehatan untuk memimpin dunia dan menjadi yang terdepan serta tidak hanya mengikuti.

“Saya percaya kalau rumah sakit Muhammadiyah, Fakultas Kedokteran Muhammadiyah bisa langsung mulai ke sana karena baru dan terintegrasi bisa saling mendukung bukannya saling menyaingi dan saling ketakutan. Dengan demikian, masa depan kesehatan Indonesia akan lebih baik dan bangsa kita bisa menjadi bangsa maju di tahun 2030 berkat Muhammadiyah,” kata Menkes. [kemenkes]

 

POST TAGS:

Jakarta – Jamu telah memperoleh status sebagai Warisan Budaya Dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Untuk menjaga status tersebut, industri jamu perlu menjaga kualitas produk jamu agar terus dapat bersaing di kancah global. Inilah yang menjadi latar belakang kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX yang digelar oleh Gabungan Pengusaha (GP) Jamu dan Obat Tradisional Indonesia pada Selasa, 5 Maret 2024.  “Memperkenalkan dan menyosialisasikan konsumsi jamu sebagai gaya hidup masyarakat merupakan tantangan yang tidak mudah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia.

 

Kementerian Kesehatan turut memprioritaskan bahan alam dalam agenda transformasi sistem kesehatan pilar transformasi layanan primer dan pilar sistem ketahanan kesehatan,

 

Untuk memastikan jamu aman dikonsumsi masyarakat, BPOM membuat berbagai terobosan supaya jamu tetap lestari. Salah satunya dengan menginisiasi penggalian informasi/jejak empiris kearifan lokal dalam rangka pelestarian Jamu Nusantara pada tahun 2021.

 

“Dari data yang dimiliki BPOM hingga 4 Maret 2024, 85% usaha mikro kecil (UMK) obat bahan alam (OBA) telah memiliki sertifikat cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) bertahap. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah melalui pendampingan bagi pelaku UMK OBA serta kegiatan Naik Kelas UMK OBA Seluruh Indonesia (NUANSA) yang baru saja kami canangkan tahun ini,” lanjut Plt. Kepala BPOM.

 

Kapasitas industri jamu dalam memproduksi jamu yang berkualitas sangat diperlukan. Untuk itu, BPOM terus berupaya untuk mendorong industri obat tradisional agar terlibat dalam program Orang Tua Angkat (OTA). Saat ini, sebanyak 15 industri obat tradisional (IOT) telah menjadi OTA Jamu untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih lemah dengan memberikan dukungan untuk peningkatan kapasitas serta bantuan peralatan produksi bagi UMKM jamu.

 

Sejalan dengan penjelasan BPOM, Kementerian Kesehatan juga menekankan komitmennya sebagai pemerintah dalam melakukan berbagai inovasi regulasi yang mendorong pengembangan jamu. “Kementerian Kesehatan turut memprioritaskan bahan alam dalam agenda transformasi sistem kesehatan pilar transformasi layanan primer dan pilar sistem ketahanan kesehatan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan bersama Wakil Presiden Republik Indonesia telah meluncurkan temulawak sebagai tanaman obat Indonesia unggulan.

 

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) GP JAMU, Dwi Ranny Pertiwi Zarman menjelaskan bahwa Munas merupakan forum untuk mengevaluasi dan melakukan introspeksi terhadap langkah-langkah dalam fungsi konsolidasi dan pengayoman para anggota GP Jamu.  “Sebagai bagian dari industri jamu, kita memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan, mengembangkan, dan memasyarakatkan kekayaan budaya nenek moyang kita,” ujar Ketua Umum DPP GP JAMU. (BPOM/HM-Khairul)

 

POST TAGS: